SELAMAT DATANG!!!
Hadir dengan informasi pendidikan, kewarganegaraan, seputar guru, pembelajaran, artikel dan penelitian (PTK). Bagi siswaku, web ini merupakan papan tulis online, bagi rekan guru: take and give. Selamat Belajar!!!

Rabu, 25 Juli 2012

KOMPONEN-KOMPONEN KOMPETENSI GURU

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional mengembangkan standar kompetensi guru yang meliputi 3 (tiga) komponen. Komponen tersebut meliputi (1) Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan; (2) Komponen Kompetensi Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran; dan (3) Komponen Pengembangan Profesi.
1.   Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan
Kompetensi ini merupakan perpaduan antara kompetensi professional dan pedagogik. Kompetensi pengelolaan pembelajaran artinya adalah kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, menilai hasil belajar, dan melakukan tindak lanjut terhadap hasil penilaian hasil belajar siswa.
Kompetensi pengelolaan pembelajaran diperoleh dari kompetensi guru dalam menguasai wawasan kependidikan. Wawasan kependidikan yang harus dikuasai guru meliputi:
  • Penguasaan landasan kependidikan, yang meliputi ilmu-ilmu dan ketrampilan pendidikan pendidikan.
  • Pemahaman terhadap kebijakan pendidikan, yaitu berbagai aturan dan kebijakan pendidikan baik yang ditetapkan oleh pemerintah maupun kebijakan yang diambil oleh sekolah.
  • Pemahaman terhadap tingkat perkembangan siswa yang didasarkan atas konsep-konsep psikologi.
  • Pemahaman terhadap pendekatan pembelajaran sesuai materi pembelajaran, yang berarti pula ketrampilan dalam menerapkan konsep-konsep didaktik-metodik. Guru terampil menerapkan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang memungkinkan pembelajaran berlangsung efektif, dalam arti siswa berhasil mencapai kompetensi yang ditetapkan.
  • Ketrampilan memanfaatkan berbagai kemajuan teknologi dalam pembelajaran.
2.   Kompetensi Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran
Kompetensi ini pada dasarnya merupakan bagian dari kompetensi profesi. Penguasan kompetensi ini ditandai dengan penguasaan materi pembelajaran secara optimal oleh guru, baik secara teoretik maupun praktik. 
3.   Pengembangan Profesi.
Kompetensi ini menunjuk pada kemampuan guru dalam mengembangkan diri sesuai bidang profesinya. Guru merupakan profesi ganda, yaitu sebagai ilmuwan sekaligus praktisi. Sebagai praktisi, guru jelas dituntut mampu melaksanakan pembelajaran yang efektif. Sedangkan sebagai ilmuwan guru dituntut mampu melakukan kegiatan-kegiatan ilmiah, melakukan penelitian dan penulisan karya ilmiah, mempublikasikan hasil karyanya, menjadi prasaran seminar dan pelatihan serta menulis buku dan bahan ajar sendiri.


Penjabaran komponen kompetensi guru tersebut sebagai berikut:
1. Komponen Kompetensi Pengelolaan Pembelajaran
a. Menyusun rencana pembelajaran
  • Mendeskripsikan tujuan pembelajaran
  • Menentukan materi sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan
  • Mengorganisasikan materi berdasarkan urutan dan kelompok
  • Mengalokasikan waktu
  • Menentukan metode pembelajaran yang sesuai  
  • Merancang prosedur pembelajaran
  • Menentukan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang akan digunakan
  • Menentukan sumber belajar yang sesuai (berupa buku, modul, program komputer dan sejenisnya)
  • Menentukan teknik penilaian yang sesuai
b. Melaksanakan Pembelajaran
  • Membuka pelajaran dengan metode yang sesuai
  • Menyajikan materi pelajaran secara sistematis
  • Menerapkan metode dan prosedur pembelajaran yang telah ditentukan
  • Mengatur kegiatan siswa di kelas
  • Menggunakan media pembelajaran/peralatan praktikum (dan bahan) yang telah ditentukan
  • Menggunakan sumber belajar yang telah dipilih (berupa buku, modul, program komputer dan sejenisnya)
  • Memotivasi siswa dengan berbagai cara yang positif
  • Melakukan interaksi dengan siswa menggunakan bahasa yang komunikatif
  • Memberikan pertanyaan dan umpan balik, untuk mengetahui dan memperkuat penerimaan siswa dalam proses pembelajaran
  • Menyimpulkan pembelajaran
  • Menggunakan waktu secara efektif dan efisien
c. Menilai prestasi belajar
  • Menyusun soal/perangkat penilaian sesuai dengan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan
  • Melaksanakan penilaian
  • Memeriksa jawaban/memberikan skor tes hasil belajar berdasarkan indikator/kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan
  • Menilai hasil belajar berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan
  • Mengolah hasil penilaian
  • Menganalisis hasil penilaian (berdasarkan tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan reliabilitas)
  • Menyimpulkan hasil penilaian secara jelas dan logis (misalnya : interpretasi kecenderungan hasil penilaian, tingkat pencapaian siswa dll)
  • Menyusun laporan hasil penilaian
  • Memperbaiki soal/perangkat penilaian
d. Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik
  • Mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut hasil penilaian
  • Menyusun program tindak lanjut hasil penilaian
  • Melaksanakan tindak lanjut
  • Mengevaluasi hasil tindak lanjut hasil penilaian
  • Menganalisis hasil evaluasi program tindak lanjut hasil penilaian 
2. Komponen Kompetensi Wawasan Kependidikan 
a. Memahami landasan kependidikan
  • Menjelaskan tujuan dan hakekat pendidikan
  • Menjelaskan tujuan dan hakekat pembelajaran
  • Menjelaskan konsep dasar pengembangan kurikulum
  • Menjelaskan struktur kurikulum 
b. Memahami kebijakan pendidikan
  • Menjelaskani visi, misi dan tujuan pendidikan nasional
  • Menjelaskan tujuan pendidikan tiap satuan pendidikan sesuai tempat bekerjanya
  • Menjelaskan sistem dan struktur standar kompetensi guru
  • Memanfaatkan standar kompetensi siswa
  • Menjelaskan konsep pengembangan pengelolaan pembelajaran yang diberlakukan (Misal : life skill, BBE/Broad Based Education, CC/Community College, CBET/Competency-Based Education and Training dan lain-lain).
  • Menjelaskan konsep pengembangan manajemen pendidikan yang diberlakukan (Misal : MBS /Manajemen Berbasis Sekolah, Dewan Pendidikan, Komite Sekolah  dan lain-lain)
  • Menjelaskan konsep dan struktur kurikulum yang diberlakukan (Misal : Kurikulum berbasis kompetensi)
c. Memahami tingkat perkembangan siswa
  • Menjelaskan psikologi pendidikan yang mendasari perkembangan siswa
  • Menjelaskan tingkat-tingkat perkembangan mental siswa
  • Mengidentifikasi tingkat perkembangan siswa yang dididik
d. Memahami pendekatan pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya
  • Menjelaskan teori belajar yang sesuai materi pembelajarannya
  • Menjelaskan strategi dan pendekatan pembelajaran yang sesuai  materi pembelajarannya
  • Menjelaskan metode pembelajaran yang sesuai materi pembelajarannya
  • Menerapkan kerja sama dalam pekerjaan
e. Kompetensi Menerapkan Kerja Sama dalam Pekerjaan
  • Menjelaskan arti dan fungsi kerjasama dalam pekerjaan
  • Menerapkan kerjasama dalam pekerjaan
f. Memanfaatkan kemajuan  IPTEK dalam pendidikan
  • Menggunakan berbagai fungsi  internet,  terutama   menggunakan     e-mail dan mencari informasi
  • Menggunakan komputer terutama untuk word processor dan spread sheet  (Contoh: Microsoft Word, Excel)
  • Menerapkan bahasa Inggris untuk memahami literatur asing/memperluas wawasan kependidikan.

3. Komponen Kompetensi Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran 
   Menjelaskan dan menerapkan materi pelajaran sesuai bidang keilmuan atau mata pelajaran yang diajarkan.


4. Komponen Kompetensi Pengembangan Profesi
  • Menulis karya ilmiah hasil penelitian/ pengkajian/ survei/evaluasi di bidang pendidikan
  • Menulis karya tulis berupa tinjauan atau ulasan ilmiah hasil gagasan sendiri di bidang pendidikan sekolah
  • Menulis tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan sekolah pada media massa
  • Menulis prasaran/makalah berupa tinjauan, gagasan atau ulasan ilmiah yang disampaikan pada  pertemuan ilmiah
  • Menulis buku pelajaran/modul/diktat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes
Tetukoinposting.com: Ujian nasional tidak berhasil,pukulan telak bagi sertifikasi guru. Bukan tidak mungkin seluruh elemen masyarakat akan mempertanyakan kinerja guru dengan diberikanya tunjangan sertifikasi. Iklim tidak baik ini hendaknya disikapi dengan penuh kearifan untuk memperbaiki kinerja guru.