SELAMAT DATANG!!!
Hadir dengan informasi pendidikan, kewarganegaraan, seputar guru, pembelajaran, artikel dan penelitian (PTK). Bagi siswaku, web ini merupakan papan tulis online, bagi rekan guru: take and give. Selamat Belajar!!!

Selasa, 08 Januari 2013

KURIKULUM 2013: GURU DIMANJAKAN, TIDAK USAH MENYUSUN SILABUS!

Implementasi yang tidak tuntas KTSP menyebabkan pemerintah mempunyai penilaian lain terhadap kemampuan guru. Beragamnya tingkat kemampuan membuat guru dalam membuat perangkat pembelajaran bervariasi sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. Termasuk pada hal yang paling esensial, yaitu membuat silabus. Pada KTSP, silabus diserahkan oleh guru, menghasilkan beragam rupa silabus. Pemerintah atau Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) akan mengambil alih pembuatan silabus pada kurikulum 2013. Alasan silabus akan disusun oleh Kemendikbud karena pelaksanaan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP di lapangan selama ini masih kedodoran. Ini disebabkan oleh kemampuan guru yang beragam dalam membuat silabus.  Bahkan ada guru yang tidak bisa menyusun silabus, kalau dipaksakan akan menghasilkan silabus yang buruk.

Pada kurikulum baru yang akan diterapkan Juni 2013, guru tak perlu repot-repot lagi untuk membuat silabus untuk pengajaran terhadap anak didiknya. Slabus merupakan program pembelajaran yang akan dijadikan dasar untuk membuat rencana pembelajaran. Pembahasan silabus sendiri sudah dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud pada awal Desember. Penyusunan silabus melibatkan para guru, dosen dan ahli pendidikan. Setelah silabusnya rampung disusun, selanjutnya dilakukan proses penggandaan buku pelajaran.

KTSP memberikan peluang kepada sekolah dan guru untuk menyusun silabus dan menjalankan proses pembelajaran dianggap membuat pengawasan dan kontrol pendidikan jadi sulit. Kurikulum yang saat berjalan membuat sekolah dan guru berwenang menyusun silabus dan menjalankan proses pembelajaran sesuai dengan cara yang diketahuinya sendiri-sendiri.

Ekses buruk bila KTSP dilanjutkan akan muncul beragamnya kemampuan guru dalam menyusun silabus menyebabkan banyak bermunculannya Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan konten tak sesuai yang berdampak pada anak didik. Itu disebabkan kemampuan guru dalam membuat soal latihan untuk anak didik kadang terbatas sehingga menggunakan LKS sebagai pilihannya.
Bagaimana dengan Anda? Senang?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes
Tetukoinposting.com: Ujian nasional tidak berhasil,pukulan telak bagi sertifikasi guru. Bukan tidak mungkin seluruh elemen masyarakat akan mempertanyakan kinerja guru dengan diberikanya tunjangan sertifikasi. Iklim tidak baik ini hendaknya disikapi dengan penuh kearifan untuk memperbaiki kinerja guru.